Home oase iman sedekah, kenapa harus?

sedekah, kenapa harus?

39
0
SHARE

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan bekal di akhirat kelak. Salah satunya adalah bersedekah. Dengan membagi sebagian harta atau kebaikan kepada orang lain yang membutuhkan,  insyaallah kita sudah menabung bekal yang baik untuk kehidupan akhirat.

Ibadah sedekah sebenarnya bukan hal yang sulit dikerjakan. Di mana saja dan kapan saja Anda memiliki rezeki berlebih, sedekah dapat dilakukan. Salah satu dalil yang menganjurkan sedekah adalah QS. Albaqarah ayat 245.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Dalam dalil di atas sudah sangat jelas bahwa sedekah merupakan amalan yang sangat baik dan dicintai oleh Allah. Bagaimana tidak,di ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa apa yang dikeluarkan untuk bersedekah adalah pinjaman kepada Allah—yang pasti akan diganti berlipat ganda.

Sedekah tidak akan membuat orang jatuh miskin. Yang ada justru akan membuat kita semakin kaya. Meski tidak tampak di dunia, insyaallah kekayaan tersebut akan diperoleh di akhirat, karena apa yang dipinjamkan kepada Allah akan dikembalikan kelak.

Sayangnya, saat ini masih banyak orang yang enggan bersedekah atau merasa berat saat harus menyisihkan harta maupun tenaga untuk membantu orang lain. Padahal, di dalam Alquran dan hadis sudah dijelaskan kebaikan apa yang akan didapat dari bersedekah. Untuk lebih lanjutnya, mari simak beberapa dalil yang menganjurkan sedekah berikut ini.

 

  1. Bersedekah Dapat Melipatgandakan Rezeki

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al- Baqarah : 261).

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

Dari dua dalil di atas, jelas bahwa sedekah tidak akan membuat seseorang jatuh miskin atau melarat. Allah sudah menjamin bagi siapa saja yang ikhlas dan mau menjalankan ibadah sedekah, maka imbalan yang bakal mereka terima tidak tanggung-tanggung, tujuh sampai sepuluh kali lipatnya, bahkan bisa lebih.

 

  1. Bersedekah Menjauhkan Diri dari Azab

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ath-thabrani dijelaskan bahwa menolak sedekah bisa mendatangkan azab bagi suatu kaum. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen).

Sedekah memiliki kekuatan yang luar biasa dan bagaimana peringatan Allah terhadap orang atau masyarakat yang enggan bersedekah. Jika kita perhatikan, musim kemarau panjang, gagal panen, dan bencana alam lain yang terjadi akhir-akhir ini, bisa jadi merupakan teguran dari Allah atas umatnya yang jarang bersedekah dan kerap lupa memberikan hak-hak fakir miskin yang ada di sekitarnya.

Dalam hadis lain juga dijelaskan bagaimana di akhirat nanti sikap enggan bersedekah akan menyulitkan manusia itu sendiri.

“Barang siapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya, kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.”

Kemudian Nabi Muhammad Saw. membaca firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 180, yang artinya :

“Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)

 

  1. Salah Satu Ibadah yang Disenangi Allah

Sedekah sebagai salah satu ibadah yang dianjurkan dan disukai oleh Allah SWT. Hal ini dapat dilihat dalam surat Al-Baqarah ayat 2, yang artinya,

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dalam surat lain pun turut dijelaskan bahwa dengan bersedekah,Allah akan memberi pahala yang begitu besar. Seperti dalam surat Al-Hadid ayat 51, yang artinya,

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”

 

  1. Bersedekah Tanda Beriman kepada Allah

Bersedekah juga merupakan bentuk tanda manusia bersyukur atas rahmat yang diberikan oleh Allah. Meyakini dan memercayai semua rezeki yang didapat karena rida Allah. Sedekah menandakan manusia beriman kepada Sang Pemberi Rezeki.

Dalil yang menganjurkan sedekah lainnya ada dalam surat  Albaqarah Ayat 272,

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Jangan takut menyisihkan sedikit harta atau tenaga untuk bersedekah maupun membantu orang lain, karena Allah SWT sudah menjamin bakal mengganti apa yang kita berikan di jalan-Nya. Meski itu sebesar biji zarrah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here